Seda menangis




CIAMIS, (PRLM).- Banjir bandang menghancurkan empat dusun dan menewaskan satu orang di Desa Padamulya, Kecamatan Cihaurbeuti, Kabupaten Ciamis, Senin (28/3) sekitar pukul 14.35 WIB. Ribuan warga yang terpaksa mengungsi karena dikhawatirkan terjadi banjir susulan serta kemungkinan tanah longsor di bagian kaki Gunung Sawal.
Empat dusun yang hancur diterjang banjir bandang tersebut adalah Kampung Sada Kaler, Sada Kidul, Ciawitali dan Depok. Di bawah guyuran hujan lebat warga yang diliputi kepanikan tidak sempat menyelamatkan harta benda, mereka hanya beberapa barang dan baju yang melekat di tubuhnya. Banjir bandang juga menyebabkan ratusan rumah warga hancur. Sementara Ikin (70), warga Dusun Sada Kidul ditemukan meninggal akibat terseret banjir bandang. Beberapa orang juga dikabarkan belum bertemu dengan keluarganya.
Tidak kurang seratus lima puluh hektar areal persawahan juga hancur. Sawah yang sebelumnya subur, berubah menjadi ladang lumpur disertai batu besar. Sampai saat ini warga mengungsi di beberapa lokasi yang dinilai aman, yaitu Balai Desa Sidamulya, P2B, serta beberapa rumah warga dan masjid yang lokasinya aman, sekitar dua kilometer dari lokasi.
Diduga banjir bandang tersebut akibat bukit Gunung Sawal tidak mampu menahan beban setelah menutup longsoran bukit tersebut menimbun aliran Sungai Ciharus. Air hujan yang tertampung dalam cekungan bukit kemudian longsor membawa material air dan batu serta lumpur. Sampai saat ini belum ada warga yang berani menuju lokasi longsoran, sebab dikhawatirkan masih terjadi longsor susulan.
''Sebelum datang banjir ada suara gemuruh sangat keras, rumah saya juga bergetar. Saya tidak sempat membawa barang, yang penting menyelamatakan diri dan keluarga dulu,'' ungkap Ny. Siti Maeroh dan Ny. Ainun yang sedang mengungsi di masjid desa.
Pengalaman lain dikatakan Saidi, guru di Madrasah Diniyah Al Barokah. Sebelum datang banjir bandang, sejak siang wilayah tersebut diguyur hujan lebat, disertai dengan kilatan petir yang sangat keras. Saat itu dia sedang mengajar di dalam kelas. Tidak berapa lama dia mendengar suara sangat keras disertai dengan bumi bergetar. ''Saya kira gempa, tetapi kok bunyinya keras sekali dan temponya lama. Mendadak datang air, saat itu juga saya minta seluruh murid agar mencari lokasi yang tinggi,'' ungkapnya.
Hanya selang beberapa menit menyelamatkan siswanya, datang banjir bandang yang langsung menghancurkan sekolahnya. Selain sekolah seluruh rumah yang ada di sekitar sekolah juga hancur, terbawa banjir bandang. ''Beruntung seluruh siswa, 17 anak, seluruhnya lari ke tempat yang tinggi,'' ungkapnya.
Kerusakan juga dialami Pondok Pesantren Darul Amira. Seluruh ruangan termasuk rumah pengasuh pondoh juga penuh dengan lumpur. Sejumlah rumah yang berada di sebelah pondok hanyut dibawa banjir. ''Yang pertama adalah menyelamatkan nyawa, dan kami minta wilayah tersebut segera dikosongkan karena khawatir ada banjir susulan. Sampai saat ini kami belum bisa memberikan data pasti, hanya saja perkiraan sementara ratusan rumah di empat dusun hancur,'' tutur Camat Cihaurbeuti Sahlan di lokasi banjir bandang.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ciamis, Odang Widjaja Ruhiyat mengatakan, sampai saat ini lebih fokus penyelamatan warga. Sedangkan kerugian materil, masih belum ditangani. Dia juga mengatakan segera membangun daput umum untuk memenuhi kebutuhan pengungsi. ''Yang pertama adalah menyelamatkan jiwa. Kami langsung membuka dapur umum untuk membantu pengungsi. Jumlah pengungsi cukup banyak karena berasal dari empat dusun yang dikosongkan,'' tuturnya. (A-101/das)***
sumber pikiran rakyat

0 comments

Post a Comment

Berkata yang baik atau lebih baik diam. ''Al-hadts''